Trilogy – My Visual Note

Lebih Baik diasingkan daripada menyerah pada Kemunafikan

Sistem Pendidikan Indonesia “bingung”

Ini memang membingungkan sistem pendidikan di Indonesia memang selalu terbentur dengan apa yang di sebut koordinasi dan birokrasi, ya nih dapat saya rasakan sendiri, suatu yang kita anggap masuk akal ternyata tidak bagi pelaksana dari aturan pendidikan tersebut. sistem pendidikan di Indonesia menurut gue sih sebagai seorang yang masih dalam proses belajar cenderung merugikan tenaga pengajar dan pelajarnya.

Contoh buku-buku pelajaran tingkat SD-SMA yg tiap tahun berubah isinya sih gak berubah sama aja kayak gitu tapi sub pelajaran di balik 2 . Misal yang tahun ini menjadi pelajaran kelas 1 smp tahun depan jadi pelajaran kels 6 SD dan tahun berikutnya berubah kembali. itu cuma contoh kecil dari koordinasi pendidikan tingkat dasar di Indonesia .

Untuk tingkat perguruan tinggi, nih lebih parah, bukan hanya dari sistem nya tetapi juga dari dosennya. contoh dosen yg gak mau tahu dengan mahasiswa nya yang berkerja. tapi ada juga dosen yg baik karena ada maunya, tetapi ada juga dosen yang memang bener – bener baik ingin memberikan ilmu yang di milikinya dengan iklas kepada mahasiswanya.

itu cuma sedikit cerminan pendidikan di Indonesia.

dan ada juga yang menurut saya tidak masuk diakal dengan pengambilan mata kuliah contoh kasusnya seorang mahasiswa mengambil sebuah mata kuliah dan setelah perkuliahan di mulai dia tidak pernah mengikuti kuliah ya karena merasa nilainya akan turun maka dia menghadap dosen pembimbing dan bagian BAK untuk membatalkan mata kuliah yang dia ambil “tanpa minta uang sks kembali” trus apa jawaban dari pihak universitas itu tidak bisa ini sudah prosedur , ya mahasiswa itu hanya bisa diam . yang ada dalam pikirannya saya sudah tidak mengikuti kuliah dari isi absen kumpul tugas , ikut MId toh kenapa gak bisa di batalin khan sama aja gak ikut kuliah, trus nilainya bakal 0 , meski di cermani Nol dan Kosong beda khan .

nilai Nol bisa di berikan jika seseorang telah mengikuti kuliah tetapi tidak bisa mengikuti kuliah alias setiap pertanyaan tugas, mid yang dosen ajukan selalu salah semua; tetapi nilai Kosong tuh berarti gak ada nilai atau tidak pernah mengikuti test atau semacamnya

Jadi ya terpaksa deh dengan sangat berat hati dia harus mendapat nilai E, nilai tersebut merupakan nilai keabsolutan sistem pendidikan di negeri ini.

sedangkan jika kita melihat keluar Indonesia , sistem penilaian tidak serumit yang diterapkan disini bagi mahasiswa yang hanya masuk 2 kali dan tidak membuat tugas mid dan semester, dianggap batal mengambil pelajaran tersebut. sistem ini di gunakan di negara amerika, jerman , inggris, belanda, malaysia, singapura , dll. ya jika anda merupakan seorang lulusan luar negeri pasti anda tahu khan !!!!

kapan ya sistem pendidikan di negeri ini tidak di pengaruhi oleh birokrasi yang berbelit-belit bukan kah dunia pendidikan bukan dunia politik

Filed under: my diary

11 Responses - Comments are closed.

  1. ANWAR mengatakan:

    Sistem pendidikan yang diterpkan sekarang ini membuat saya jenuh,jenuh dengan pilihan yang mana merupakan bidangnya saya.jenuh merupakan kata yang bukan hanya dilontakan oleh saya tetapi juga kalian semua yang berstatus pelajar dan mahasiswa.seandainya tujuan saya hanya keamerika bukan jepang dan inggris saya tidak pusing untuk memilih karena tujuanya adalah satu arah,tetapi karena sistemnya demikian terpaksa saya harus memilih dan amerika yang merupakan pilihan saya diganti dengan inggris atau jepang dan seperti inilah sistem pendidikan kita dipaksakan untuk memilih.jangan heran kalau sebagian besar pelajar tidak memiki mental yang baik itu karena mereka jenuh,dan yang paling saya tekankan adalah mental yang membuat lemahnya sistem yang dianut oleh suatu negara dan sistem juga mempengaruhi lemanya mental.saya sering bertanya,mngaqpa mental kaum pelajar sekarang dari hari kehari semakin melemah?penyebabnya apa! dan jawabanya;kepribadian yang kurang baik,lemanya kontrol sosial dsbg!!!!!!!!BENARKAH???????

  2. dwi mengatakan:

    aq punya pertanyaan nich…

    ohy,, klo sekiranya semua dari segi sekolah sudah mendukung, apakah siswa tersebut bisa menjamin mendapatkan pekerjaan yang layak?????

    tolong di jawab melalui e mail yang sudah ada…

    thank Ya….

  3. kary mengatakan:

    thanks bwt infonya….
    tugasnya tambah keren nuox,”

  4. turnip mengatakan:

    menijau pendidikan kita memang sulut, disamping keterbatasan kita.. kita cenderung tidak mau belajar

    kalo boleh nanya apa solusi kita?

  5. mery mengatakan:

    sistem pendidikan di indonesia memang bingung, d mana sistem pendidikan d indo hanya d anggap permainan saja dan hanya tebengan nama saja / sekedar nama saja………….
    semoga saja pemerintah kita bisa menindak lanjutkan masalah ini??????

    d indonesia hanya 1% yang bener2 ju2r dan sisa nya asal d kasi pelicin tau pa lah nama nya langsung cepat prosesnya……apalagi kalau ada yang kenal,,,,,,,,,,!!!!!!!!!

    semoga saja pemerintah benar2 membuat suatu sistem sendiri dan pemikiran sendiri jagn mengikuti dan meniru sistem2 dari luar……………atau kembalikan saja sistem lama saja……../ sistem 60an.
    :) Thanks

  6. prawiro mengatakan:

    Segera dapatkan figur pemimpin bangsa yang dapat membawa perubahan Indonesia agar lebih bermatabat, pendidikan tinggi belum menjamin orang hidup berkwalitas, pengangguran semakin banyak, akan lebih menyedihkan bila banyak orang yang tidak memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan meskipun mereka pintar, tapi tidak punya biaya. Kita saksikan banyak lulusan SLTA paling banter kerja jaga toko, security, pembantu, dan yang lagi ngetren sekarang menjadi tukang ojek. Kami pernah saksikan masyarakat di Kecamatan Babelan, bantaran sungai CBL, kampung Buni Bakti, Buni Baru anak-2 tidak ada minat sekolah, paling-2 yang perempuan di Madrasah, pemudanya konkow-2 seperti tidak ada beban tanggung jawab. Ujung-2nya sering timbul masalah kecemburuan sosial dengan pengembangan industri setempat, mereka tidak punya keahlian, tidak ada kesempatan, hanya menjadi penonton. Semoga ada jawabannya

  7. Mivt mengatakan:

    huhuhuhuhu benner bangedz, emang sistem pend di indonesia bikin ribet. mana harus ini itulah….toh siswa juga g tw maknanya. nonsense

  8. sinichi mengatakan:

    Emang bener pendidikan diindonesia bikin bingung+puciiing, bahkan biayanya aja semakin mahal kacian dUnk_orang2 kecil gak mampu nyekolahin anak2nya………………………!!!!!!!!!buat artikel yang lebih bagus yeeeeeeeeee biar nambah pengalaman gue

  9. junita mengatakan:

    ya… aku setuju banget dengan artikel di atas. aku juga bingung dengan sistem pendidikan sekarang, tapi aku nggak tahu siapa yang harus disalahkan dalam hal ini. aku hanya bisa berharap semoga ada orang yang baik hati bisa mengubah sistem pendidikan yang sesuai dengan harapan bangsa indonesia. ocey…..

  10. badmarkz mengatakan:

    mmmh, jadi gitu yahhh… jadi mikir-mikir nih, kalo besok ini keterima um ugm terus keterima dan jadinya gitu…..wahhh….
    repot juga…tapi soal bukunya bener tuhhh, aku sendiri mengambil kebijakan dengan enggak beli buku selama sma yang udah jalan 3 taon ini, kecuali yang emang butuh banget karena gak dong banget sama guru/pelajarannya, misalnya matematika sama fisika… cukup ngirit sih, apalagi harga buku makin lama makin melangit…(kalo baru sma aja udah melangit, apa jadinya kalo udah kuliah ntar ya…)

  11. ze mengatakan:

    artikelnya bagus and keren!!!!!! bisa di buat nambah wawasanku mengenai sistem pendidikan indonesia tahun ini yang tambah rumit and ngebingungin banget!!!!thanks…………