Trilogy – My Visual Note

Lebih Baik diasingkan daripada menyerah pada Kemunafikan

Jembatan Ampera “Jembatan Bung Karno & Proyek Musi”

Sejarah Jembatan Ampera

paris van sumatera 1980 -1992PEMBANGUNAN jembatan gerak ini dimulai pada bulan April 1962, setelah mendapat persetujuan dari Presiden Soekarno. Biaya pembangunannya diambil dari dana rampasan perang Jepang dalam kata lain Semua di tanggung oleh pemerintah jepang dari kontraktor dan pekerja.
Pada awalnya, jembatan sepanjang 1.177 meter dengan lebar 22 meter ini, dinamai Jembatan Bung Karno.
Menurut sejarawan Djohan Hanafiah, pemberian nama tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada Presiden RI pertama itu. Bung Karno secara sungguh-sungguh memperjuangkan keinginan warga Palembang, untuk memiliki sebuah jembatan di atas Sungai Musi

Peresmian pemakaian jembatan dilakukan pada tahun 1965 tepatnya pada tanggal 30 September 1965 Oleh Letjend Ahmad Yani ( sore hari Pak Yani Pulang dan subuh 1 Oktober 65 menjadi Korban Gestok), sekaligus mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama jembatan. Akan tetapi, setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Soekarno sangat kuat, nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan Ampera. tetapi masyarakat palembang lebih suka memanggil jembatan ini dengan sebutan “Proyek Musi”
Bagian tengah Jembatan Ampera, ketika baru selesai dibangun, sepanjang 71,90 meter, dengan lebar 22 meter. Bagian jembatan yang berat keseluruhan 944 ton itu dapat diangkat dengan kecepatan sekitar 10 meter per menit.
Dua menara pengangkatnya berdiri tegak setinggi 63 meter. Jarak antara dua menara ini 75 meter. Dua menara ini dilengkapi dengan dua bandul pemberat masing-masing sekitar 500 ton.
Pada saat bagian tengah jembatan diangkat, kapal dengan ukuran lebar 60 meter dan dengan tinggi maksimum 44,50 meter, bisa lewat mengarungi Sungai Musi. Bila bagian tengah jembatan ini tidak diangkat, tinggi kapal maksimum yang bisa lewat di bawah Jembatan Ampera hanya sembilan meter dari permukaan air sungai.
Sejak tahun 1970, Jembatan Ampera sudah tidak lagi dinaikturunkan. Alasannya, waktu yang digunakan untuk mengangkat jembatan ini, yaitu sekitar 30 menit, dianggap mengganggu arus lalu lintas antara Seberang Ulu dan Seberang Ilir, dua daerah Kota Palembang yang dipisahkan oleh Sungai Musi.
Alasan lain karena sudah tidak ada kapal besar yang bisa berlayar di Sungai Musi. Pendangkalan yang semakin parah menjadi penyebab Sungai Musi tidak bisa dilayari kapal berukuran besar. Sampai sekarang, Sungai Musi memang terus mengalami pendangkalan .
Pada tahun 1990, dua bandul pemberat untuk menaikkan dan menurunkan bagian tengah jembatan, yang masing-masing seberat 500 ton, dibongkar dan diturunkan karena khawatir jika sewaktu-waktu benda itu jatuh dan menimpa orang yang lewat di jembatan. “Bayangkan jika benda seberat itu menimpa kepala kita,”
Jembatan Ampera pernah direnovasi pada tahun 1981, dengan menghabiskan dana sekitar Rp 850 juta. Renovasi dilakukan setelah muncul kekhawatiran akan ancaman kerusakan Jembatan Ampera bisa membuatnya ambruk.
Bersamaan dengan eforia reformasi tahun 1997, beberapa onderdil jembatan ini diketahui dipreteli pencuri. Pencurian dilakukan dengan memanjat menara jembatan, dan memotong beberapa onderdil jembatan yang sudah tidak berfungsi.
Warna jembatan pun sudah mengalami 3 kali perubahan dari awal berdiri berwarna abu-abu terus tahun 1992 di ganti kuning dan terakhir di tahun 2002 menjadi merah sampai sekarang.

Saat ini, berkembang wacana tentang pentingnya pembangunan Jembatan Musi III dan Musi IV, yang menghubungkan antara Seberang Ilir dan Seberang Ulu Palembang. Pembangunan dua jembatan dimaksudkan agar Jembatan Ampera tidak kelebihan beban kendaraan yang melintas, sekaligus untuk lebih membuka kawasan Seberang Ulu.

Harapan sebagian warga Palembang yang ingin melihat Jembatan Ampera seperti dulu, agaknya sulit terwujud.

Tetapi menurut riset terakhir pemerintah Jepang Jembatan Ampera masih tetap kokoh sampai 50 tahun lagi. dan akan segera di lakukan renovasi ulang oleh kontraktor Jepang , tetapi dengan catatan Jembatan harus di tutup selama 2 Tahun

Gambar Jembatan Ampera

Tahun 1965 – 1972

Tahun 1992 – 2002

tahun 2002 – sekarang

 

sekarang di waktu malam

Filed under: Celoteh, Tips & Info, my diary

16 Responses - Comments are closed.

  1. Mas Tyas mengatakan:

    Salam Kenal Cek! Infonya bagus. Saya lagi cari info tentang Silat Kuntau! Singgah kudai ke blog aku! Trims.

  2. anda mengatakan:

    samo be lur,pgn nian jinggok jembatan tu pacak naek cak jaman bingen dl..
    mak uji wong2 tuo tu biso nian jd tontonan…
    mangko2 klo di urus bener2 pacak nain jd objek wisata..
    tp cak uji mangcek pitok tu..
    mimpi dlu baelh men skarg ne..
    tp biar duet cek pitok bnyk, aku nak mimpi jugo lah, gek duetnyo kito kumpol ke kito sedekahke ke pemko kito..
    setuju galo2….?????

  3. agusman mengatakan:

    Jembatan ampera meuapakan kebanggaan bangsa Indonesia khusunyo wong kito galo kaena tu kamek mengharapkan kepada wali kota palembvang n gubenur sumsel dapat mengusahakan kembali agar jempatan tersebut pacak ngangkat macam bingen, rindu nian rasonyo
    jinggok jembatan tu pacak naek lagi dan pasti bakal ngundang wisatawan lebih banyk ke kota kito
    salam homat kami untuk walikota palembang. Bavo Eddy Santana

  4. pitok mengatakan:

    Kalu saja mungkin dan saya punya banyak duet aku beli jembatan ampera itu dan di aktifkan lagi trus di buatkan agenda tetap buat wisata yang gak ada duanya di indonesia, kapal2 pesiar yang menarik dan yang mau leawt jembatan ampera harus bayar tiket wisata. Juga ada atraksi AIR SHOW juga tantangan buat pilot2 kita terbang lewat bawah kolong jembatan dan tidak lupa ada roller coaster nya dan pusat perbelanjaan. di jamin kota palembang akan jauh lebih tenar dari singapur. nah,,,, cuman duet itulah yang aku dak katek. mimpi bae dululah.hahahah tapi sekarang sudah cukup baik disekitar jembatan itu.

  5. ekoprandika mengatakan:

    salam to wong palembang galo-galo

  6. agung mengatakan:

    WALAUPUN AKU ORANG SOLO TAPI PROYEK ITU LUAR BIASA BAGIKU
    BERSEJARAH GTU LOOOOOOOOOOOOH
    YA NNGAAAK……………………………………

  7. agung mengatakan:

    sungguh menakjubkan proyek itu
    LUAAAAAR BIASSSSSA

  8. joko mengatakan:

    kadang ngeri jg ngumpul2-ngumpul d bawah jembatan ampera, banyak orang bertato. agak serem sih tapi ndak masih makan pempek jg jd cm tato be yang serem tapi orangnya baek koq….

    lam kenal untuk smw pengunjung…

  9. Yudi F mengatakan:

    Ampera adalah ciri khas kota palembang, peliharalah ia, jangan kencing sembarangan. Kalo kita diatas jembatan ………………. pesing sekali.

  10. Lies.Surya mengatakan:

    rasanya belum ke palembang kalau belum melintas jembatan ampera.

  11. Ciya mengatakan:

    Jujur aq pengen nian jingo jembatan ampera naek ke poco… cak foto di tahun 1965

  12. Cikmat mengatakan:

    jerambah ampera merupakan ikon kota palembang mangkenye harus kite jage kelestarianne, kite sebagai jeme sumsel haruse bangga dengan jerambah ampera ini

  13. novaldo mengatakan:

    walau jauh di kalimantan,tapi ingat PALEMBANG…HIDUP PALEMBANG WONG KITO GALO GALAK MAKAN PEMPEK KAPAL SELAM N BURGO

  14. bagier mengatakan:

    palembang emang keren

  15. mr.prat mengatakan:

    jembatan kebnggaan warga kota palembang, unik, hanya satu di indonesia dan mirip golden gate lagi. hidup AMPERA!!!!!!!!

  16. klikharry mengatakan:

    HIDUP PALEMBANG, HE..HE..